Definisi Algoritma Pemrograman

Posted by ucup yusuf on Thursday, 26 September 2013






1.         Definisi Algoritma
Asal kata Algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuan Persia yang menulis kitab al jabr w’al-muqabala (rules of restoration and reduction) sekitar tahun 825 M.

Algoritma:
1.      Teknik penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas, tetapi tersusun secara logis dan sistematis.
2.      Suatu prosedur yang jelas untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu dan terbatas jumlahnya.
3.      Algoritma adalah sekelompok aturan untuk menyelesaikan perhitungan yang dilakukan oleh tangan atau mesin.
4.      Algoritma adalah langkah demi langkah sebuh prosedur berhingga yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuh penyelesaian
5.      Algoritma adalah langkah –langkah perhitungan yang mentransformasikan dari nilai masukan menjadi keluaran
6.      Algoritma adalah urutan operasi yang dilakukan terhadap data yang terorganisir dalam struktur data
7.      Algoritma adalah sebuah program abstrak yang dapat dieksekusi secara fisik oleh mesin
8.      Algoritma adalah sebuah model perhitungan yang dilakukan oleh computer

Pengertian Algoritma adalah kumpulan instruksi atau perintah atau langkah yang berhingga jumlahnya, dituliskan secara sistematis, dan digunakan untuk menyelesaikan masalah atau persoalan logika dan matematika dengan bantuan computer.
Beda Algoritma dan Program
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi formula bahwa :
Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)

Ø  Sifat Algoritma
Sifat utama suatu algoritma, yaitu sebagai berikut:
·         input:
Suatu algoritma memiliki input ataukondisi awal sebelum algoritma dilaksanakan dan bisa berupa nilai-nilai pengubah yang diambil dari himpunan khusus.
·         output:
Suatu algoritma akan menghasilkan output setelah dilaksanakan, atau algoritma akan mengubah kondisi awal menjadi kondisi akhir, di mana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma.
·         definiteness:
Langkah-langkah yang dituliskan dalam algoritma terdefinisi dengan jelas sehingga mudah dilaksanakan oleh peng
guna algoritma.
·         finiteness:
Suatu algoritma harus memberi kondisi akhir atau output setelah melakukan sejumlah langkah yang terbatasuntuk setiap kondisi awal atau input yang diberikan.
·         effectiveness:
Setiap langkah dalam algoritma bisa dilaksanakan dalam suatu selang waktu tertentu sehingga pada akhimya memberi solusi sesuai yang diharapkan.
·         generality:
Langkah-langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang akan diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu.

2.         Struktur Algoritma
a. Sequence Structure (Struktur Runtunan)
Struktur dasar algoritma di mana instruksi akan dieksekusi secara   berurutan.
b.Selection Structure (Struktur Percabangan)
Struktur dasar algoritma di mana instruksi atau pernyataan akan dieksekusi apabila memenuhi suatu kondisi.
c. Repetition Structure (Struktur Perulangan)
Struktur dasar algoritma di mana akan dieksekusi secara berulan-ulang apabila memenuhi atau tidak memenuhi suatu kondisi.
Jadi, Algoritma Pemrograman adalah kumpulan instruksi-instruksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh programmer (pembuat program).

3.      Definisi Logika
Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos, berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos, berarti mengenal kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa.
Menurut Aristoteles Logika adalah ajaran tentang berpikir yang secara ilmiah membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pikiran
Dengan demikian, dapatlah dikatan bahwa Logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutrakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.

4.      Contoh Algoritma
a.       Algoritma untuk menampilkan genap antara 10-1
1.      Mulai
2.      Menentukan nilai variabel A=10
3.      Kurangkan nilai variabel A dengan angka 2 => A=A-2
4.      Jika nilai variabel A=0 maka lanjut kelangkah 3
5.      Selesai.
b.      Nilai yang dimasukan dari keyboard akan dikonversi menjadi keterangan Lulus atau Maaf ulang tahun       depan degan kondisi , Jika nilai yang di masukan lebih besar sama dengan  70 maka Anda Lulus, jika nilai lebih kecil dari 70 Maaf Ulang Tahun Depan.
Penyelesain Algoritma  
            nilai : integer
            Input (nilai)
            IF(nilai>=70) then
                        KET=’Anda LuLus’
            eLse
                        KET=’Maaf Ulang Tahun Depan’
     Dalam Bahasa Pascal
uses wincrt;
Var
   nilai : integer;
begin
     writeln('Program Untuk Konversi Angka Menjadi Lulus atau Tidak');
     writeln('Dengan Kondisi jikan Nilai >= 70 lulus jika < 70 maaf ulang tahun depan');
     writeln('Masukan Data yang akan di konversi : ');
     readln(nilai);
     if (nilai>=70) then
        begin
             writeln('Anda Lulus');
        end else
        begin
             writeln('Maaf Ulang Tahun Depan');
     end;
end.
c.       Sebuah nilai yang dimasukan di konversi menjadi keteragan nilai dengan kondisi adalah jika nilai yang dimasukan lebih besar sama dengan 80 maka nilainya A, jika nilai lebih besar sama dengan 70 maka nilainya B, jika nilai lebih besar 60 maka nilainya C, Jika nilai lebih besar sama dengan 60 maka nilainya D selain itu nilainya E.
d.       
    Penyelesaian Algoritma
    Nilai = integer
    Ket = character
    Input (nilai)
    if nilai>= 80 then
            Ket='A'
    else  if nilai>=70 then
            Ket = ‘B’
            else if nilai>=60  then
                        Ket = ‘c’
            else if nilai>=50 then
                        Ket = ‘D’
            else  Ket= ‘E’
   




    Dalam Bahasa Pascal
   
    uses wincrt;
Var
   nilai: integer;
   Ket : char;
begin

     writeln('Program Untuk Konversi Angka Menjadi Lulus atau Tidak');
     writeln('Dengan Kondisi jikan Nilai >= 70 lulus jika < 70 maaf ulang tahun depan');
     writeln('Masukan Data yang akan di konversi : ');
     readln(nilai);
     if (nilai>=80) then
        begin
             Ket :='A';
        end else
    if (nilai>=70)  then
        begin
             Ket :='B';
        end else
    if (nilai>=60)  then
        begin
             Ket :='C';
        end else
    if (nilai>=50)  then
        begin
             Ket :='D';
    end else
        begin
             Ket :='E';
        end;
         writeln('Nilai : ',nilai,' Keterangan Nilai adalah ',Ket);
    end.  



More aboutDefinisi Algoritma Pemrograman